Minggu, 24 Juni 2012


Bantuan Pernapasan (Tanpa Alat/dengan Alat)
Tujuan: Untuk memperbaiki fungsi ventilasi dengan cara memberikan pernapasan buatan untuk menjamin kebutuhan adanya oksigen dan pengeluaran gas CO2.
  
        Bantuan Pernapasan Tanpa Alat
Memberikan pernapasan buatan dari mulut ke mulut atau dari mulut ke hidung sebanyak 2 (dua) kali tiupan dan diselingi ekshalasi.
Prosedur pelaksanaan:
·         Telentangkan pasien, dan singkirkan semua benda asing dalam mulut
·         Miringkan kepala pasien ke belakang untuk membuka aliran udara
 

·         Pertahankan head lift dan chin lift
·         Angkat dagu pasien ke atas agar lidah tidak menghalangi aliran udara
 

·         Jepit hidung dengan jari
·         Tarik napas dalam/panjang dan tempelkan rapat-rapat bibir penolong melingkari mulut pasien lalu tiupkan selama 1-2 detik, sambil melihat pengembangan dada pasien



·         Pertahankan head lift dan chin lift, lepaskan mulut penolong dari mulut pasien dan lihat apakah dada pasien turun  waktu ekhalasi
·         Tarik napas kembali dan ulang meniup sampai pasien mulai bernapas

Frekwensi pemberian napas buatan untuk masing-masing kelompok umur penderita.
a. Dewasa : 10-12 x pernapasan / menit, masing-masing 1,5-2 detik
b. Anak(1-8 th) : 20 x pernapasan / menit, masing-masing 1-1,5 detik
c. Bayi (0-1 th) : lebih dari 20 x pernapasan / menit, masing-masing 1-1,5 detik
d. Bayi baru lahir : 40 x pernapasan / menit, masing-masing 1-1,5 detik

Tanda pernapasan adekuat, kurang adekuat dan tidak bernapas :
1. Tanda pernapasan adekuat :
a. Dada dan perut naik turun sirama dengan pernapasan
b. Penderita tampak nyaman
c. Frekuensi cukup ( 12-20x/menit )
2. Tanda pernapasan kurang adekuat :
a. Gerakan dada kurang baik
b. Ada suara napas tambahan
c. Kerja oto bantu napasd. Sianosis ( kulit kebiruan )
e. Frekuensi napas kurang/ berlebihf. Perubahan status mental

3. Tanda tidak bernapas :
a. Tidak ada gerakan dada / perut
b. Tidak terdengar aliran udara melalui mulut / hidung
c. Tidak terasa hembusan napas dari mulut / hidung.
  
         Bantuan Pernapasan Dengan Alat
1.      Bantuan Pernapasan dengan Bag Valve Mask (BVM) atau AMBU

Bantuan pernapasan dengan Bag Valve Mask (BVM) atau AMBU adalah membantu pernapasan dengan meggunakan reservoir udara (air mask-bag unit, AMBU)
Alat dan Bahan:
·         Sungkup mulut (pocket mask)
·         Konektor yang sesuai
·         Kasa
·         Pompa/kantung AMBU
·         Sabun

Prosedur
Rasional
Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada klien, minta persetujuan
Meningkatkan kerja sama dan hubungan saling percaya
Pasang sungkup pada kantong AMBU dengan menggunakan konektor yang sesuai, cek adanya kebocoran dan kefektifan alat
Konektor yang sesuai menghindari kebocoran system
Atur posisi klien (semi-fowler) atau telentang
Meningkatkan ekspansi paru
Pasang sungkup pada mulut menutupi seluruh mulut dan hidung
Memungkinkan seluruh udara yang dihembuskan melalui AMBU masuk/terhirup oleh klien
Perhatikan gerakan dada kalin, saat terdapat tanda inspirsi, segera pompa kantung AMBU sehingga memberi udara inspirasi, lepaskan untuk periode ekspirasi. Atur irama pemompaan sesuai dengan usia atau kemampuan klien
pemompaan ambu harus tepat untuk mengoptimalkan hasil. pemompaan yang terjadi pada saat klien ekspirasi menyebabkan “benturan udara” dan biasanya menimbulkan suara berisik pada AMBU serta menyebabkan pemompaan yang berat. Pada individu dewasa, frekuensi pemompaan 12-16 kali/menit 
Perhatikan pengembangan paru dan reaksi klien selama tindakan
Ekpansi paru yang adekuat menunjukkan tindakan yang efektif
Lakukan tindakan pemberian udara melalui AMBU hingga klien dalam kondisi stabil atau hingga tindkan berikutnya dilakukan
Klien yang mendapatkan tindakan AMBU biasanya dalam siatuasi darurat. Terminasi penggunaan AMBU dilakukan pada kondisi stabil (pernapasan spontan adekuat, analisis gas darah normal atau pasien mendapat bantuan dari mesin)
Setelah selesai, bersihkan daerah mulut dan hidung klien dengan kasa, dan bersihkan sungkup dengan air dan sabun
Menjaga kebersihan klien dan alat

2.      Nebulizer
Nebuliser Di gunakan untuk mengobati asma, alergi dan ganguan sistem pernapasan lain. Pemberian obat dapat lebih efisien dan Nebulasi yang tinggi menjamin durasi pemberian obat yang lebih optimal.Dengan pemakaian Nebuliser akan meninggalkan sedikit sisa obat.Alat Nebuliser akan mengeluarkan uap untuk di semprotkan dan di hirup oleh pasien.Nebuliser banyak juga di gunakan di ruangan tempat praktek dr anak kecil.
·         Cara Pasang dan Pemakaian Alat Nebuliser:
Pisahkan tempat obat dari Main Unit kemudian masukkan obat kedalam tempat obat, pasang kembali tempat obat kemain menu, setelah itu pasang tutup adaptor, kemudian nyalakan dengan menekan on 0f yang ada di alat Nebuliser.
·         Cara Perawatan Nebuliser:
Tempat untuk memasukkan obat harus meletakkannya dengan hati – hati karena tempat itu sangat tipis dan mudah bocor kalau terkena benda agak tajam. Tetapi kerusakan tempat itu akan rusak dalam jangka waktu lama karena pengikisan baru di ganti. Selain itu yang perlu di perhatikan juga setelah pemakaian sisa obat akan tersisa di antara penyaring uap kalau terlalu lama tidak di buang akan mempengaruhi cara kerja Nebuliser uap akan tersendat keluar karena di tempat itu akan membentuk kristal kotoran, cukup di bersihkan dengan tissu atau lap kering.
3.      Kanula Nasal
Kanula nasal merupakan alat sederhana yang dapat dimasukkan ke dalam lubang hidung untuk memberikan oksigen yang memungkinkan klien untuk bernapas melalui mulut atau hidungnya. Alat ini tersedia untuk semua kelompok usia dan cocok untuk pengguanaan jangka panjang maupun pendek di rumah sakit atau di rumah.
Tujuan:
Secara uum tindakan ini bertujuan untuk mengatasi hipoksia yaitu dengan memberikan oksigen tambahan kepada klien untuk memudahkan oksigenasi jaringan yang adekuat. Perkiraan presentasi oksigen yang diberikan melalui kanula nasal adalah:
Presentasi pemberian oksigen dengan kanula nasal
1 liter = 24 %
2 liter = 28 %
3 liter = 32 %
4 liter = 36 %
5 liter = 40 %
Klien yang memerlukan oksigen dosis rendah dalam konsentrasi yang konstan dengan pola napas bervariasi, lebih baik menggunakan masker venture daripada kanula nasal.
Hasil yang diharapkan:
Frekuensi pernapasan dalam batas normal, kedalaman normal, halus dan simetris, lapang paru bersih, dan tidak ada sianosis.
Pengkajian:
Pengkajian harus berfouks pada:
-          Status pernapasan (pernapasan, bunyi napas)
-          Bibir dan membran mukosa (kekeringan, warna, jumlah, dan konsistensi sekresi)
-          Kemampuan atau keinginan klien atau pemberi perawatan untuk melakukan pengisapan
kr
Kriteria hasil:
Klien akan: Mendapatkan dan memelihara jalan napas atas yang dibuktikan oleh frekuensi pernapasan 14 – 20 kali per menit (atau dalam normal klien), disertai jalan napas atas bersih dan tidak ada penumpukan sekresi oral.
Dokumentasi Sampel:
Tanggal
Waktu
Catatan Perawat
Nama Perawat
20/04/2012
10.00
Klien mengeluh nyeri dada dan sesak napas. Tiga liter O2 mulai diberikan perkanula nasal. Frekuensi pernapasan 32 kali/menit sebelum pemberian oksigen, menurun sampai 24 kali/menit dalam 10 menit. Beristirahat dengan nyaman, menyatakan nyeri reda.


Format Pengisian Kanula Nasal
Nama Mahasiswa:                                                     Tanggal:
No
Kegiatan
Check List
1
2
3
Persiapan Alat:
·         Tabung oksigen
·         Jeli pelumas
·         Sarung tangan tidak steril
·         Kapas/kasa
·         Kanula nasal/masker wajah
·         Humidifier (tabung pelembab) berisi air steril
·         Flow meter
·         Tanda “DILARANG MEROKOK”
·         Alat tulis, kertas dokumentasi
Persiapan Klien:
·         Berikan penjelasan pada klien tentang tujuan tindakan
·         Posisi diatur senyaman mungkin



Pelaksanaan:



1
Cuci tangan



2
Bawa alat ke dekat klien



3
Memastikan volume air steril dalam humidifier sesuai ketentuan, tambahkan air suling jika diperlukan, atau buang isi tabung dari kemasan dan sekrup penutup atas tabung



4
Sambungkan humifier ke flow meter



5
Menghubungkan selang dari kanula nasal ke tabung pelembab



6
Sambungkan humidifier pada selang yang disambungkan ke kanula nasal atau masker



7
Memeriksa apakah oksigen keluar dari kanula nasal atau masker



8
Menetapkan kadar oksigen sesuai indikasi



9
Gunakan sarung tangan



10
Kanula



11
Bersihkan sekresi lubang hidung dengan bola kapas lembab



12
Pasang kanula hidung yang bercabang ke dalam lubangn hidung klien



13
Siapkan selang mengitari telinga klien dan dagu bagian bawah. Kapas atau kasa di antara selang dan telinga dapat menambah kenyamanan



14
Kencangkan selang untuk mengamankan kanula, tetapi yakinkan klien merasa nayaman



15
Masker



16
Pasang masker di atas hidung, mulut, dan dagu



17
Letakkan masker sesuai dengan strip logam pada batang hidung masker sehingga pas dengan batang hidung klien



18
Tarik pita elastis mengitari bagian belakang kepala atau leher klien



19
Tarik pita pada sisi masker untuk mengencangkan



20
Mengkaji kondisi klien secara teratur



21
Pindahkan/lepaskan kanula setiap 4 sampai 8 jam untuk mengkai kulit dan oleskan jeli pada lubang hidung dan bersihkan sekret. Lepaskan masker setiap 4 sampai 8 jam, usap embun yang terakumulasi dan kaji kulit dibawahnya



22
Posisikan klien agar nyaman dengan meninggikan kepala tempat tidur



23
Buang atau simpan peralatan dengan tepat



24
Meletakkan tanda “DILARANG MEROKOK” pada tanda yang jelas terlihat



25
Evaluasi:
Validasi perasaan klien



26
Cuci tangan



27
Dokumentasi:
-          Catat hasil dan respon klien pada proses keperawatan
-          Cantumkan nama perawat yang melakukan tindakan






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Minggu, 24 Juni 2012


Bantuan Pernapasan (Tanpa Alat/dengan Alat)
Tujuan: Untuk memperbaiki fungsi ventilasi dengan cara memberikan pernapasan buatan untuk menjamin kebutuhan adanya oksigen dan pengeluaran gas CO2.
  
        Bantuan Pernapasan Tanpa Alat
Memberikan pernapasan buatan dari mulut ke mulut atau dari mulut ke hidung sebanyak 2 (dua) kali tiupan dan diselingi ekshalasi.
Prosedur pelaksanaan:
·         Telentangkan pasien, dan singkirkan semua benda asing dalam mulut
·         Miringkan kepala pasien ke belakang untuk membuka aliran udara
 

·         Pertahankan head lift dan chin lift
·         Angkat dagu pasien ke atas agar lidah tidak menghalangi aliran udara
 

·         Jepit hidung dengan jari
·         Tarik napas dalam/panjang dan tempelkan rapat-rapat bibir penolong melingkari mulut pasien lalu tiupkan selama 1-2 detik, sambil melihat pengembangan dada pasien



·         Pertahankan head lift dan chin lift, lepaskan mulut penolong dari mulut pasien dan lihat apakah dada pasien turun  waktu ekhalasi
·         Tarik napas kembali dan ulang meniup sampai pasien mulai bernapas

Frekwensi pemberian napas buatan untuk masing-masing kelompok umur penderita.
a. Dewasa : 10-12 x pernapasan / menit, masing-masing 1,5-2 detik
b. Anak(1-8 th) : 20 x pernapasan / menit, masing-masing 1-1,5 detik
c. Bayi (0-1 th) : lebih dari 20 x pernapasan / menit, masing-masing 1-1,5 detik
d. Bayi baru lahir : 40 x pernapasan / menit, masing-masing 1-1,5 detik

Tanda pernapasan adekuat, kurang adekuat dan tidak bernapas :
1. Tanda pernapasan adekuat :
a. Dada dan perut naik turun sirama dengan pernapasan
b. Penderita tampak nyaman
c. Frekuensi cukup ( 12-20x/menit )
2. Tanda pernapasan kurang adekuat :
a. Gerakan dada kurang baik
b. Ada suara napas tambahan
c. Kerja oto bantu napasd. Sianosis ( kulit kebiruan )
e. Frekuensi napas kurang/ berlebihf. Perubahan status mental

3. Tanda tidak bernapas :
a. Tidak ada gerakan dada / perut
b. Tidak terdengar aliran udara melalui mulut / hidung
c. Tidak terasa hembusan napas dari mulut / hidung.
  
         Bantuan Pernapasan Dengan Alat
1.      Bantuan Pernapasan dengan Bag Valve Mask (BVM) atau AMBU

Bantuan pernapasan dengan Bag Valve Mask (BVM) atau AMBU adalah membantu pernapasan dengan meggunakan reservoir udara (air mask-bag unit, AMBU)
Alat dan Bahan:
·         Sungkup mulut (pocket mask)
·         Konektor yang sesuai
·         Kasa
·         Pompa/kantung AMBU
·         Sabun

Prosedur
Rasional
Jelaskan prosedur yang akan dilakukan pada klien, minta persetujuan
Meningkatkan kerja sama dan hubungan saling percaya
Pasang sungkup pada kantong AMBU dengan menggunakan konektor yang sesuai, cek adanya kebocoran dan kefektifan alat
Konektor yang sesuai menghindari kebocoran system
Atur posisi klien (semi-fowler) atau telentang
Meningkatkan ekspansi paru
Pasang sungkup pada mulut menutupi seluruh mulut dan hidung
Memungkinkan seluruh udara yang dihembuskan melalui AMBU masuk/terhirup oleh klien
Perhatikan gerakan dada kalin, saat terdapat tanda inspirsi, segera pompa kantung AMBU sehingga memberi udara inspirasi, lepaskan untuk periode ekspirasi. Atur irama pemompaan sesuai dengan usia atau kemampuan klien
pemompaan ambu harus tepat untuk mengoptimalkan hasil. pemompaan yang terjadi pada saat klien ekspirasi menyebabkan “benturan udara” dan biasanya menimbulkan suara berisik pada AMBU serta menyebabkan pemompaan yang berat. Pada individu dewasa, frekuensi pemompaan 12-16 kali/menit 
Perhatikan pengembangan paru dan reaksi klien selama tindakan
Ekpansi paru yang adekuat menunjukkan tindakan yang efektif
Lakukan tindakan pemberian udara melalui AMBU hingga klien dalam kondisi stabil atau hingga tindkan berikutnya dilakukan
Klien yang mendapatkan tindakan AMBU biasanya dalam siatuasi darurat. Terminasi penggunaan AMBU dilakukan pada kondisi stabil (pernapasan spontan adekuat, analisis gas darah normal atau pasien mendapat bantuan dari mesin)
Setelah selesai, bersihkan daerah mulut dan hidung klien dengan kasa, dan bersihkan sungkup dengan air dan sabun
Menjaga kebersihan klien dan alat

2.      Nebulizer
Nebuliser Di gunakan untuk mengobati asma, alergi dan ganguan sistem pernapasan lain. Pemberian obat dapat lebih efisien dan Nebulasi yang tinggi menjamin durasi pemberian obat yang lebih optimal.Dengan pemakaian Nebuliser akan meninggalkan sedikit sisa obat.Alat Nebuliser akan mengeluarkan uap untuk di semprotkan dan di hirup oleh pasien.Nebuliser banyak juga di gunakan di ruangan tempat praktek dr anak kecil.
·         Cara Pasang dan Pemakaian Alat Nebuliser:
Pisahkan tempat obat dari Main Unit kemudian masukkan obat kedalam tempat obat, pasang kembali tempat obat kemain menu, setelah itu pasang tutup adaptor, kemudian nyalakan dengan menekan on 0f yang ada di alat Nebuliser.
·         Cara Perawatan Nebuliser:
Tempat untuk memasukkan obat harus meletakkannya dengan hati – hati karena tempat itu sangat tipis dan mudah bocor kalau terkena benda agak tajam. Tetapi kerusakan tempat itu akan rusak dalam jangka waktu lama karena pengikisan baru di ganti. Selain itu yang perlu di perhatikan juga setelah pemakaian sisa obat akan tersisa di antara penyaring uap kalau terlalu lama tidak di buang akan mempengaruhi cara kerja Nebuliser uap akan tersendat keluar karena di tempat itu akan membentuk kristal kotoran, cukup di bersihkan dengan tissu atau lap kering.
3.      Kanula Nasal
Kanula nasal merupakan alat sederhana yang dapat dimasukkan ke dalam lubang hidung untuk memberikan oksigen yang memungkinkan klien untuk bernapas melalui mulut atau hidungnya. Alat ini tersedia untuk semua kelompok usia dan cocok untuk pengguanaan jangka panjang maupun pendek di rumah sakit atau di rumah.
Tujuan:
Secara uum tindakan ini bertujuan untuk mengatasi hipoksia yaitu dengan memberikan oksigen tambahan kepada klien untuk memudahkan oksigenasi jaringan yang adekuat. Perkiraan presentasi oksigen yang diberikan melalui kanula nasal adalah:
Presentasi pemberian oksigen dengan kanula nasal
1 liter = 24 %
2 liter = 28 %
3 liter = 32 %
4 liter = 36 %
5 liter = 40 %
Klien yang memerlukan oksigen dosis rendah dalam konsentrasi yang konstan dengan pola napas bervariasi, lebih baik menggunakan masker venture daripada kanula nasal.
Hasil yang diharapkan:
Frekuensi pernapasan dalam batas normal, kedalaman normal, halus dan simetris, lapang paru bersih, dan tidak ada sianosis.
Pengkajian:
Pengkajian harus berfouks pada:
-          Status pernapasan (pernapasan, bunyi napas)
-          Bibir dan membran mukosa (kekeringan, warna, jumlah, dan konsistensi sekresi)
-          Kemampuan atau keinginan klien atau pemberi perawatan untuk melakukan pengisapan
kr
Kriteria hasil:
Klien akan: Mendapatkan dan memelihara jalan napas atas yang dibuktikan oleh frekuensi pernapasan 14 – 20 kali per menit (atau dalam normal klien), disertai jalan napas atas bersih dan tidak ada penumpukan sekresi oral.
Dokumentasi Sampel:
Tanggal
Waktu
Catatan Perawat
Nama Perawat
20/04/2012
10.00
Klien mengeluh nyeri dada dan sesak napas. Tiga liter O2 mulai diberikan perkanula nasal. Frekuensi pernapasan 32 kali/menit sebelum pemberian oksigen, menurun sampai 24 kali/menit dalam 10 menit. Beristirahat dengan nyaman, menyatakan nyeri reda.


Format Pengisian Kanula Nasal
Nama Mahasiswa:                                                     Tanggal:
No
Kegiatan
Check List
1
2
3
Persiapan Alat:
·         Tabung oksigen
·         Jeli pelumas
·         Sarung tangan tidak steril
·         Kapas/kasa
·         Kanula nasal/masker wajah
·         Humidifier (tabung pelembab) berisi air steril
·         Flow meter
·         Tanda “DILARANG MEROKOK”
·         Alat tulis, kertas dokumentasi
Persiapan Klien:
·         Berikan penjelasan pada klien tentang tujuan tindakan
·         Posisi diatur senyaman mungkin



Pelaksanaan:



1
Cuci tangan



2
Bawa alat ke dekat klien



3
Memastikan volume air steril dalam humidifier sesuai ketentuan, tambahkan air suling jika diperlukan, atau buang isi tabung dari kemasan dan sekrup penutup atas tabung



4
Sambungkan humifier ke flow meter



5
Menghubungkan selang dari kanula nasal ke tabung pelembab



6
Sambungkan humidifier pada selang yang disambungkan ke kanula nasal atau masker



7
Memeriksa apakah oksigen keluar dari kanula nasal atau masker



8
Menetapkan kadar oksigen sesuai indikasi



9
Gunakan sarung tangan



10
Kanula



11
Bersihkan sekresi lubang hidung dengan bola kapas lembab



12
Pasang kanula hidung yang bercabang ke dalam lubangn hidung klien



13
Siapkan selang mengitari telinga klien dan dagu bagian bawah. Kapas atau kasa di antara selang dan telinga dapat menambah kenyamanan



14
Kencangkan selang untuk mengamankan kanula, tetapi yakinkan klien merasa nayaman



15
Masker



16
Pasang masker di atas hidung, mulut, dan dagu



17
Letakkan masker sesuai dengan strip logam pada batang hidung masker sehingga pas dengan batang hidung klien



18
Tarik pita elastis mengitari bagian belakang kepala atau leher klien



19
Tarik pita pada sisi masker untuk mengencangkan



20
Mengkaji kondisi klien secara teratur



21
Pindahkan/lepaskan kanula setiap 4 sampai 8 jam untuk mengkai kulit dan oleskan jeli pada lubang hidung dan bersihkan sekret. Lepaskan masker setiap 4 sampai 8 jam, usap embun yang terakumulasi dan kaji kulit dibawahnya



22
Posisikan klien agar nyaman dengan meninggikan kepala tempat tidur



23
Buang atau simpan peralatan dengan tepat



24
Meletakkan tanda “DILARANG MEROKOK” pada tanda yang jelas terlihat



25
Evaluasi:
Validasi perasaan klien



26
Cuci tangan



27
Dokumentasi:
-          Catat hasil dan respon klien pada proses keperawatan
-          Cantumkan nama perawat yang melakukan tindakan






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar